Materi Pra Kerja: Perencanaan Strategis Perusahaan (Silabus Nomer: 1 Tahun:2021)

Company Strategic Planning

Mulai dari Rp.400.000 (Gratis pada Caraka.news)

Deskripsi Pelatihan

Setelah mengikuti modul ini peserta diharapkan:

  • Menyusun business model canvas
  • Melakukan analisis faktor-faktor eksternal dan internal organisasi
  • Melakukan analisis SWOT
  • Memahami bagaimana merumuskan strategi
  • Memahami bagaimana merumuskan strategi rencana tindakan strategik

Persyaratan Peserta

Tidak ada rentang usia

 & Perempuan

Kompetensi Pelatihan, Rating & Ulasan:

5 jam pelajaran: Strategic Thinking

5 jam pelajaran : Analytical Thinking

 

Suatu perusahaan tentu memiliki sebuah rencana untuk membina arah perusahaan menjadi terarah kepada tujuannya sesuai visi dan misi perusahaan. Oleh karenanya, perusahaan membuat sebuah perencanaan strategis untuk mempermudah proses perjalanannya. Apa itu perencanaan strategis? Dan bagaimana cara perusahaan menerapkannya? Yuk, ikuti pembahasan dari LinovHR di bawah ini!

 

Pengertian Perencanaan Strategis Perusahaan

Perencanaan strategis adalah proses mendokumentasikan dan menetapkan arah bisnis dengan menilai dimana posisi perusahaan berada dan arah tujuan perusahaan. Rencana strategis memberi tempat untuk mencatat misi, visi, dan nilai-nilai, tujuan jangka panjang dan rencana tindakan yang akan perusahaan gunakan untuk mencapainya.  Seluruh rencana didasari pada fokus masa depan.  Dengan begitu, perusahaan dapat menerapkan cara terbaik untuk menghadapi peluang dan tantangan. Rencana strategis juga digunakan untuk menilai serta menyesuaikan arah perusahaan dalam menanggapi perubahan lingkungan bisnis.

Perencanaan strategis adalah proses yang dilakukan suatu organisasi untuk menentukan strategi atau arahan, serta mengambil keputusan untuk mengalokasikan sumber dayanya (termasuk modal dan sumber daya manusia) untuk mencapai strategi ini. Berbagai teknik analisis bisnis dapat dgunakan dalam proses ini, termasuk analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), PEST (Political, Economic, Social, Technological), atau STEER (Socio-cultural, Technological, Economic, Ecological, Regulatory).

Perencanaan Strategis ( strategic planning ) adalah sebuah alat manajemen yang digunakan untuk mengelola kondisi saat ini untuk melakukan proyeksi kondisi pada masa depan, sehingga rencana strategis adalah sebuah petunjuk yang dapat digunakan organisasi dari kondisi saat ini untuk mereka bekerja menuju 5 sampai 10 tahun ke depan ( Kerzner, 2001 )

Untuk mencapai sebuah strategi yang telah ditetapkan oleh organisasi dalam rangka mempunyai keunggulan kompetitif, maka para pimpinan perusahaan, manajer operasi, haruslah bekerja dalam sebuah sistem yang ada pada proses perencanaan strategis / strategic planning ( Brown, 2005 ). Kemampuan manufaktur, harus dipergunakan secara tepat, sehingga dapat menjadi sebuah senjata yang unggul dalam sebuah perencanaan stategi ( Skinner, 1969 ).Untuk mencapai sebuah strategy yang telah ditetapkan oleh organisasi dalam rangka mempunyai keunggulan kompetitif, maka para pimpinan perusahaan, manajer operasi, haruslah bekerja dalam sebuah sistem yang ada pada proses perencanaan strategis Brown, 2005 ). Kemampuan manufaktur, harus dipergunakan secara tepat, sehingga dapat menjadi sebuah senjata yang unggul dalam sebuah perencanaan stategi ( Skinner, 1969 ).

Perencanaan strategis secara eksplisit berhubungan dengan manajemen perubahan, hal ini telah menjadi hasil penelitian beberapa ahli (e.g., Ansoff, 1965; Anthony,1965; Lorange, 1980; Steiner, 1979). Lorange (1980), menuliskan, bahwa strategic planning adalah kegiatan yang mencakup serangkaian proses dari inovasi dan mengubah perusahaan, sehingga apabila strategic planning tidak mendukung inovasi dan perubahan, maka itu adalah kegagalan.

Rencana strategis Vs operasional

Rencana strategis

Rencana  strategis  adalah  suatu  proses  manajemen  yang  sistematis  yang didefinisikan  sebagai  proses  pengambilan  keputusan  atas  program-program yang akan dilaksanakan oleh organisasi dan perkiraan sumber daya yang akan dialokasikan dalam setiap program selama beberapa tahun mendatang  (dalam Prasetyo dan Gomies). Hasil keluaran dari proses tersebut adalah rencana atau keputusan  strategi.  Rencana  strategi  ini  dirancang  untk  mencapai  tujuan organisasi  yang  luas  yaitu  untuk  melaksanakan  misi  yang  merupakan  satusatunya alasan kehadiran organisasi tersebut.

Perencanaan  strategis  adalah  proses  pemilihan  tujuan  organisasi,  penentuan kebijakan  dan  program  yang  perlu  untuk  mencapai  sasaran  dan  tujuan tertentu,  serta  penetapan  metode  yang  perlu  untuk  menjamin  agar  kebijakan dan  program  strategis  itu  dilaksanakan.  Atau  secara  singkat  perencanaan strategis  adalah  proses  perencanaan  jangka  panjang  yang  formal  untuk menentukan dan mencapai tujuan organisasi.

Perencanaan strategis perusahaan adalah suatu rencana jangka panjang yang bersifat  menyeluruh,  memberikan  rumusan  ke  mana  perusahaan  akan diarahkan,  dan  bagaimana  sumberdaya  dialokasikan  untuk  mencapai  tujuan selama  jangka  waktu  tertentu  dalam  berbagai  kemungkinan  keadaan lingkungan.  Perencanaan  Strategic  (Strategic  Plans)  juga  merupakan  suatu proses pemilihan  tujuan-tujuan organisasi, penentuan strategi, kebijaksanaan, program-program strategi yang diperlukan untuk tujuan-tujuan tersebut.

Rencana operasional

Rencana  operasional  adalah  perencanaan  yang  memusatkan  perhatiannya pada  operasi  sekarang  (jangka  pendek)  dan  terutama  berkenaan  dengan tujuan mencapai efisiensi. Rencana  operasional  adalah  bagian  dari  rencana  kerja  strategis.  Ini menggambarkan cara-cara jangka pendek mencapai tonggak dan menjelaskan bagaimana,  atau  apa  sebagian,  rencana  strategis  akan  dimasukkan  ke  dalam operasi  selama  periode  operasional  yang  diberikan,  dalam  kasus  aplikasi komersial, satu tahun fiskal atau istilah lain anggaran yang diberikan.  Rencana operasional  adalah  dasar  untuk,  dan  pembenaran  dari  sebuah  permintaan anggaran operasi tahunan.

Perencanaan operasional yang khas :

  • Perencanaan produksi  (Production Plans)  : Perencanaan yang berhubungan dengan metode dan teknologi yang dibutuhkan dalam pekerjaan.
  • Perencanaan  keuangan  (Financial  Plans)  :  Perencanaan  yang  berhubungan dengan dana yang dibutuhkan untuk aktivitas operasional.
  • Perencanaan  fasilitas  (Facilites  Plans)  :  Perencanaan  yang  berhubungan dengan  fasilitas  &  layout  pekerjaan  yang  dibutuhkan  untuk  mendukung tugas.
  • Perencanaan  pemasaran  (Marketing  Plans)  :  Berhubungan  dengan keperluan penjualan dan distribusi barang/jasa.
  • Perencanaan sumber daya manusia (Human Resource Plans) : berhubungan dengan  rekruitmen,  penyeleksian  dan  penempatan  orang-orang  dalam berbagai pekerjaan.

Konsep Perencanaan strategis

Perencanaan memiliki konsep yang tak lepas dari sisi strategis itu sendiri. Dengan konsep yang jelas, proses perumusan rencana strategis lebih mudah dipahami oleh perusahaan Adapun konsep-konsep strategis yang dimaksud adalah:

Misi

Pengertian misi adalah serangkaian tugas kewajiban seorang individu dalam kelompok, organisasi, atau perusahaan. Tugas yang dimaksud tidak lepas dari rencana strategis yang telah dibentuk. Misi dapat memastikan bahwa perusahaan memiliki tujuan yang jelas dalam bentuk parameter dan kinerja dengan tenggat waktu yang bisa dikontrol dan dievaluasi.

Visi

Misi membantu perusahaan mencapai visi. Pengertian dari visi adalah gambaran atau proyeksi masa depan dari hasil misi atau tugas yang dijalankan. Karena itulah misi dan visi dikatakan saling berkaitan satu sama lain. Visi dapat menciptakan komitmen yang kokoh antara karyawan untuk bergerak menuju arah yang lebih baik.  Konsep visi pada rencana strategis menunjukkan arah tujuan dan bagaimana cara menujunya.

Sasaran

Sasaran adalah pengembangan dari visi dan misi.  Informasi dan konsep yang ada dalam visi, misi, dan sasaran tidak bisa hanya diidentifikasikan begitu saja, melainkan harus disampaikan kepada seluruh internal perusahaan sebagai sasaran.

Tahapan Perencanaan strategis

Perusahaan perlu merancang rencana strategis yang baik jika ingin  mencapai tujuan sesuai harapan. Dalam perencanaan strategis, diperlukan beberapa tahapan yang akan diuraikan sebagai berikut:

Identifikasi Posisi Strategis

Saat mengidentifikasi posisi strategis, ingatlah bahwa tujuan harus realistis dan terukur.  Gunakan misi, visi, nilai-nilai perusahaan, dan budaya kerja di perusahaan untuk mempermudah identifikasi posisi.

Kumpulkan Orang dan Informasi

Setelah Anda menetapkan posisi strategis, kumpulkan orang-orang yang akan terlibat dalam proses perencanaan. Pastikan bahwa data dan informasi yang akan digunakan akurat sehingga dapat dijadikan sebagai landasan dalam membuat keputusan. Periksa pula apakah ada masalah internal atau eksternal yang mungkin dapat mempengaruhi tujuan.

Lakukan Analisis SWOT

Analisis SWOT sering digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan bisnis, serta mengidentifikasi peluang dan ancaman yang mungkin muncul. Setelah tim mengidentifikasi semua kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, tim yang terlibat dalam rencana strategis dapat bekerja sama untuk mengembangkan tujuan baru yang akan membantu bisnis menghadapi segala kemungkinan dengan cara yang lebih positif.

Merumuskan Rencana Strategis

Setelah berhasil mengidentifikasi posisi strategis dan memiliki serangkaian tujuan yang sejalan dengan misi perusahaan, tahapan selanjutnya adalah merumuskan rencana strategis. Saat mengembangkan rencana, pertimbangkan aspek apa yang akan berdampak terbesar pada bisnis dan mana yang paling membantu meningkatkan posisi perusahaan. Jangan lupa untuk menggunakan pengukuran untuk memastikan dan mengontrol perkembangan dari implementasi rencana.

Jalankan Rencana Strategis

Perusahaan yang telah merumuskan rencana strategis siap untuk menerapkannya. Langkah ini merupakan fase tindakan dari proses rencana strategis. Mulailah dengan membuat semua orang yang terlibat dan membagikan tugas di antara individu atau divisi. Luangkan waktu untuk memeriksa apakah individu atau divisi telah bekerja dengan benar. Jika ternyata tidak memenuhi tujuan, lakukan perubahan jika diperlukan.

Pantau Performa Secara Terus-menerus

Proses perencanaan strategis tidak akan efektif jika semua orang dalam tim melakukan kekeliruan. Alasan inilah yang mengharuskan perusahaan untuk terus memantau, mengelola kinerja dan menyesuaikan komponen. Penting juga untuk meminta pertanggungjawaban dari individu yang terlibat atas tugas yang diberikan. Pemantauan kinerja dan performa juga bisa membantu pembentukan  rencana di masa depan.

Manfaat Perencanaan Strategis

Perumusan dan implementasi strategis dapat memakan waktu, tetapi bermanfaat besar bagi perusahaan. Perencanaan yang tersusun rapi  memiliki gagasan yang lebih baik tentang tujuan yang ingin dicapai dan dara untuk melakukannya. Produktivitas karyawan pun dapat meningkat dengan perencanaan yang jelas dan terarah. Apakah ada manfaat lain dari perencanaan strategis?

Di bawah ini adalah manfaat dari perencanaan strategis:

Meningkatkan Keterlibatan Karyawan

Proses perumusan dan implementasi rencana strategis harus melibatkan karyawan. Karyawan yang terlibat dalam operasi sehari-hari dan dapat memberikan pandangan unik tentang perusahaan. Karyawan akan berbagi apa yang mereka pikirkan terkait dengan bisnis dan menginformasikan perencanaan untuk masa depan. Saat karyawan jauh lebih terlibat, maka tingkat kepuasan kinerja karyawan akan naik. Melibatkan karyawan dalam proses rencana strategis juga dapat meningkatkan produktivitas.

Mengidentifikasi Kekuatan dan Kelemahan

Sebagai bagian dari proses rencana strategis, perusahaan akan memeriksa dan menganalisis bisnis secara keseluruhan. Perusahaan akan melihat kondisi bisnis perusahaan dan area mana yang perlu ditingkatkan. Dengan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, perusahaan bisa berkembang jauh lebih besar di masa depan dan menjadi bisnis tangguh bahkan ketika menghadapi berbagai risiko.

Menetapkan Arah Bisnis dan Membina Bisnis Proaktif

Pada akhir proses perencanaan strategis, perusahaan harus memiliki arah yang jelas dimana bisnis akan berjalan di masa depan. Diskusi mengenai perencanaan itu sendiri membantu menempatkan bisnis pada posisi terbaik untuk sukses di masa depan. Rencana strategis membuat perusahaan  mencari tahu bagaimana cara berkembang selama beberapa tahun ke depan dan bagaimana mengatasi peluang dan tantangan. Bisnis yang terarah dan proaktif pun akan tercipta.

Salah satu tugas HRD yang paling penting adalah membuat perencanaan pengembangan kinerja karyawan agar menciptakan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Jika perencanaan pengembangan kinerja karyawan berjalan terhambat atau kurang bagus, dapat dipastikan bahwa kinerja karyawannya pun akan tersendat dan mempengaruhi kondisi perusahaan.

Cara menyusun rencana strategi dan operasional dengan cermat  sebagai dasar menyusun rencana kerja.

a.  Rencana strategi sebagai dasar menyusun rencana kerja.

1)  Pendekatan  perkembangan  yang  menguntungkan  (profitable  growth approach).

Cara  ini  pada  upaya  untuk  menyusun  suatu  program  kerja  yang  akan dapat  mendatangkan  laba  atau  keuntungan  yang  sebesar-besarnya. Perkembangan  yang  menguntungkan  dapat  mewujudkan  adanya keseimbangan  yang  menguntungkan   antara  sarana  dimiliki  dengan lingkungan yang dihadapi.

Untuk mewujudkan adanya keseimbangan harus melakukan langkahlangkah sebagai berikut :

  1. a)  Analisis terhadap kondisi lingkungan masyarakat.

Analisis  ini  merupakan  analisis  terhadap  faktor  eksternal  yaitu lingkungan  masyarakat.  Kebutuhan,  keinginan  serta  daya  beli akan  menimbulkan  “permintaan”  atau  “demand”  terhadap berbagai  macam  produk  yang  dapat  mereka  pergunakan  untuk memenuhi kebutuhan seperti kebutuhan pokok/primer, kebutuhan sekunder maupun kebutuhan tertier maupun yang tidak berwujud disebut jasa atau service.

  1. b)  Analisis terhadap sarana atau sumber daya yang dimiliki.

Analisis  ini  merupakan  analisis  terhadap  faktor  internal  yang  ada pada diri maupun perusahaan. Dari analisis internal harus mampu untuk menyusun kekuatan atau kelemahan perusahaan dan dapat merancang  kegiatan  guna  memenuhi  kebutuhan,  keinginan  atau selera masyarakat yang sesuai daya beli mereka.

  1. c)  Mengidentifikasi adanya keseimbangan.

Apabila  suatu  perusahaan  mengalami  ketidakseimbangan  maka hal  itu  dapat  dikatakan  bahwa  perusahaan  tersebut  mengalami gangguan  disebabkan  terlalu  besar  sarana  ketimbang permintaannya  atau  sebaliknya.  Adapun  ciri-ciri  dari  perusahaan yang mengalami sarana ketimbang permintaan adalah :

1)  Persediaan barang digudang menumpuk.

2)  Banyak mesin yang menganggur

3)  Kelebihan modal atau dana yang tersedia.

4)  Banyak tenaga kerja yang nganggur atau pengangguran.

5)  Semangat kerja pegawai menjadi lesu.

6)  Keadaan pasar atau pemasaran terasa sepi.

7)  Perputaran  modal  kerja  yang  terlampau  lambat  dan sebagainya.

  1. d)  Menyusun rencana strategis untuk menyeimbangkan.

Manager yang mampu untuk menciptakan banyak alternatif tindakan yang  dapat  dilakukannya  dan  memilih  banyak  alternatif  yang  dapat menguntungkan  serta  memberikan  pertumbuhan  terhadap  bisnis.

Memilih  alternatif  suatu  kegiatan  manajerial  yang  disebut pengambilan keputusan atau decision making.

2)  Pendekatan “SWOT” (SWOT Approach).

Kata  SWOT  merupakan  perpendekatan  dari  Strenghts,  Weaknesses, Opportunities,  dan  Threats,  yang  diterjemahkan  menjadi  kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Pendekatan SWOT merupakan suatu pendekatan  perusahaan  harus  memikirkan  tentang  kekuatan  apa  saja dimiliki,  kelemahan  apa  saja  dimiliki,  melihat  kesempatan  yang  terbuka dan  perusahaan  harus  mampu  untuk  mengetahui  ancaman,  gangguan, hambatan serta tantangan yang menghadang didepan.

3)  Pendekatan Sistem (System Approach).

Pendekatan  ini  merupakan  pendekatan  menitikberatkan  pada  pengertian sistem  dan  kemudian  mengembangkannya  untuk  membentuk perencanaan  strategis.  Sistem  adalah  segala  sesuatu  yang  terdiri  dari berbagai  komponen  yang  saling  berinteraksi  di  antara  komponenkomponen  tersebut  dan  dari  interaksi  itu  akan  timbul  sesuatu  hasil keluaran  atau  output.  Komponen-komponen  yang  ada,  disebut  input, sedangkan  interaksi  antara  input-input  itu  lalu  disebut  proses.  Oleh karena itu suatu sistem dapat digambarkan sebagai berikut :

baca juga : Merancang Strategi Pemasaran

Dengan  adanya arus informasi balik dari output ke input atau ke proses tersebut maka sistem akan bersifat self-regulation atau mengatur dirinya sendiri  yaitu  apabila  hasil  atau  ouputnya  kurang  bagus,  maka  akan diinformasikan  ke  belakang  agar  senantiasa  dilakukan  perbaikan  serta pembaharuan  terhadap  input  maupun  prosesnya  agar  outputnya menjadi  lebih  bagus.   Dari  pemahaman  tersebut,  maka  manager memanfaatkannya  bagi  penyusunan  rencana  strategisnya,  yaitu  dapat mengikuti  jalan  pikiran  dengan  pola  pikir  penyusunan  rencana  yang menggunakan pendekatan sistem.

4)   Pendekatan Kesenjangan Perencanaan (Planning Gap).

Pendekatan  ini  dimulai  dari  cara  berpikir  yang  tradisional  di  dalam melakukan  perencanaan  dan  kemudian  dikembangkan  dengan  cara berpikir yang lebih maju, lebih dinamis, dan lebih produktif.

  Perencanaan generasi pertama (First generation planning).

Cara  berpikir  yang  tradisional  dalam  melakukan  perencanaan  pada umumnya dilakukan dengan cara membuat  “proyeksi masa depan”    yang dihadapi  oleh  suatu  perusahaan.  Proyeksi  itu  pada  dapat  digambarkan dalam  bentuk  garis  proyeksi  atau  garis  tren  akan  menunjukkan bagaimana  tren  masa  depan  dari  perusahaan  itu.  Semakin  bagus  ten masa  depannya,  akan  tergambar  garis  trendnya  menjadi  semakin meningkat tajam, dan begitu sebaliknya. Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi

  Perencanaan generasi kedua (Second generation planning).

Cara berpikir yang sering diungkapkan menjadi  “Do something to change our  future”  pola  pikir  harus  berubah  menjadi  “apa  yang  dapat  kita lakukan  untuk  mengubah  nasib  serta  masa  depan”.    Sifat  dinamis  serta proaktif  dalam  suatu  cara  berpikir  dalam  perencanaan  yang  mana  harus membuat  sesuatu  terobosan  yang  bagus  agar  dapat  memperbaiki  posisi bisnis  serta  posisi  persaingan  di  masa  depan  caranya  adalah  dengan membuat  apa  yang  disebut  “garis  potensi  usaha”.  Garis  potensi  usaha adalah  suatu  garis  yang  diharapkan  nantinya  akan  dapat  lebih meningkatkan  pertumbuhan  bisnis,  dan  sekaligus  menunjukkan  suatu upaya  untuk  mengubah  dan  memperbaiki  nasib  serta  posisi  bisnis  di masa depan.  Oleh karena itu, maka garis potensi usaha inilah merupakan bentuk  perencanaan  yang  ada  pada  saat  disebut  sebagai  perencanaan generasi kedua. Dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Dari  keempat  pendekatan  diatas  merupakan  bagian  dari  proses manajemen   strategis  tahap  I  yakni  analisis  lingkungan.  Tujuan  utama dilakukannya  analisis  lingkungan  adalah  untuk  mengidentifikasi  beberapa variabel  pokok  yang  mempengaruhi  kinerja  dari  suatu  perusahaan.

Dengan  melakukan  analisa  terhadap  lingkungan  perusahaan  diharapkan manajemen  perusahaan  akan  memiliki  gambaran  yang  lebih  jelas  dalam menyiapkan strategi bisnis yang diperlukan untuk mengantisipasi implikasi manajerial yang ditimbulkan oleh lingkungan bisnis.

  1. Rencana operasional sebagai dasar menyusun rencana kerja.

Rencana  operasional  memberikan  deskripsi  tentang  bagaimana  rencana strategis  dilaksanakan.  Rencana  operasional  terdiri  dari  atas  rencana  sekali pakai dan rencana tetap.

1)  Rencana sekali pakai (single use plan).

Rencana  sekali  pakai  dikembangkan  untuk  mencapai  tujuan  tertentu  dan ditinggalkan  manakala  tujuan  tersebut  telah  dicapai  Rencana  sekali  pakai merupakan arah tindakan yang mungkin tidak akan terulang dalam bentuk yang sama di masa yang akan datang. Bentuk utama rencana sekali pakai, antara lain :

  1. a)  Program (Programs).

Program  mencakup  serangkaian  aktivitas  yang  relatif  luas.  Program merupakan  rencana  sekali  pakai  untuk  serangkaian  kegaiatan  yang besar. Program dapat meliputi tujuan, langkah-langkah yang diperlukan untuk  mencapai  tujuan  tersebut,  kebijakan,  prosedur,  dan  aturan.

Suatu program menjelaskan :

1)  Langkah-langkah  utama  yang  diperlukan  untuk  mencapai  suatu tujuan.

2)  Unit atau anggota yang bertanggung jawab untuk setiap langkah.

3)  Urutan serta pengaturan waktu setiap langkah.

  1. b)  Proyek (Project).

Proyek  adalah  bagian  program  yang  lebih  kecil  dan  mandiri.  Selain proyek  memiliki  cakupan  terbatas  dan  petunjuk  yang  jelas  mengenai tugas  dan  waktu.  Setiap  proyek  akan  menjadi  tanggung  jawab  setiap individu yang ditunjuk dan diberi sumber daya spesifik dan dalam batas waktu  tertentu.  Sebagai  contoh  perusahaan  mempunyai  program pembuatan  gudang  baru.  Proyek  pendukungnya  adalah  penetapan layout gudang dan penarikan tenaga kerja.

  1. c)  Anggaran (Budget).

Anggaran adalah pernyataan tentang  sumber daya keuangan  (financial resource)  yang  disediakan  untuk  kegiatan  tertentu  dalam  waktu tertentu  pula.  Anggaran  terutama  merupakan  alat  untuk mengendalikan  aktivitas  suatu  organisasi.  Oleh  karena  itu,  anggaran merupakan  komponen  penting  dari  setiap  program  dan  proyek. Anggaran  mendeskripsikan  pendapatan  dan  biaya.  Dengan  demikian, anggaran  menentukan  target  aktivitas  seperti  hasil  penjualan,  biaya tiap  bagian,  atau  investasi  baru.  Dalam  anggaran  biasanya  dinyatakan dalam  bentuk  angka-angka.  Angka-angka  tersebut  mungkin  dalam satuan unit fisik, dan unit satuan moneter.

2)  Rencana tetap (standing plan).

Rencana  tetap  merupakan  pendekatan  yang  sudah  dilakukan  untuk menangani  situasi  yang  terjadi  berulang  (repetitive)  dan  dapat diperkirakan. Bentuk utama rencana tetap antara lain sebagai berikut :

  1. a)  Kebijakan (policy).

Kebijakan  adalah  suatu  pedoman  umum  dalam  pengambilan keputusan.  Kebijakan  menentukan  apakah  keputusan  dapat  diambil atau  tidak  dapat  diambil.  Misalnya  dalam  masalah  sumber  daya manusia  kebijakan  meliputi  penyewaan  pegawai,  pemecatan  pegawai, dan  pemberhentian  sementara  (layoffs).  Kebijakan  disebabkan  hal-hal berikut :

1)  Kebijakan tersebut akan meningkatkan efektivitas organisasi.

2)  Harapan  bahwa  beberapa  aspek  organisasi  dapat  mencerminkan nilai pribadi mereka.

3)  Perlu menghilangkan adanya konradiksi atau kekacauan yang terjadi pada  hierarki  yang  lebih  rendah  dalam  organisasi  yang bersangkutan.

  1. b)  Prosedur standar (standar procedure).

Implementasi  kebijakan  dilakukan  melalui  garis  pedoman  lebih  detail yang  disebut  prosedur  standar  atau  metode  standar.  Suatu  prosedur memberikan  seperangkat  petunjuk  detail  untuk  melaksanakan  urutantindakan yang sering atau biasa terjadi.

  1. c)  Peraturan (rules).

Peraturan  adalah  pernyataan  bahwa  suatu  tindakan  harus  dilakukan atau tidak boleh dilakukan dalam situasi tertentu. Peraturan merupakan rencana  tetap  yang  paling  jelas  dan  bukan  merupakan  pedoman pemikiran atau pengambilan keputusan.

  1. Cara  menyusun  rencana  operasional  yang  terinci  disusun  untuk  mendukung misi, sasaran, dan pencapaian strategi.
  1. Penetapan misi.

Berikut  bagan  lima  dibawah  ini  dengan  adanya  suatu  misi  dan  tujuan, maka  perusahaan  akan  dapat  memanfaatkan  seluruh  potensi  yang  ada untuk  mencapai  tujuan  akhir  secara  efektif  dan  efisien.  Ini  bagian  tahap dua dari proses manajemen strategis.

Komponen  utama  dalam  perumusan  misi  dalam  perusahaan  atau organisasi adalah sebagai berikut :

1)    Spesifikasi produk atau jasa.

Pernyataan  misi  suatu  organisasi  harus  mencerminkan  pada  aspek produk  atau  jasa  apa  yang  dihasilkan.  Dengan  informasi  itu  konsumen akan mengetahui kemana mereka harus mencari produk atau jasa yang diinginkannya.

2)   Spesifikasi pasar utama.

Setelah  organisasi  menjelaskan  tentang  jenis  produk  atau  jasa  yang dihasilkan,  informasi  penting  lainnya  yang  perlu  melayani  seluruh konsumen yang ada.

3)  Spesifikasi teknologi.

Informasi  ini  meliputi  peralatan,  mesin,  material,  teknik  dan  proses yang  ada  didalam  organisasi.  Di  dalam  teknologi  ini  juga  disampaikan berbagai keunggulan yang dimiliki oleh organisasi.

Menurut Louis A. Allen perencanaan terdiri dari kegiatan-kegiatan :

  • Meramalkan, memperkirakan waktu yang akan datang.
  • Menetapkan  maksud  tujuan  (objects)  sebagai   hasil  akhir  yang diharapkan menentukan tujuan atau sasaran (goals/target).
  • Mengarahkan  (programming),  menetapkan  urutan  dari  kegiatankegiatan  yang  diperlukan langkah-langkah  yang  akan  diambil  menurut prioritas pelaksananya.
  • Menyusun  tata  waktu  (schedulling),  menetapkan  urutan  waktu  yang tepat agar tindakan yang dilakukan dapat berhasil baik.
  • Menyusun  anggaran  belanja  (budgeting),  yaitu  mengalokasikan sumber-sumber  yang  tersedia,  dinyatakan  dalam  istilah-istilah keuangan.

 

b.  Sasaran.

Sasaran  adalah  hasil  yang  akan  peroleh  pada  akhir  kegiatan  operasional. Sasaran  adalah  penggambaran  hal  yang  ingin  diwujudkan  melalui tindakan-tindakan  yang  diambil  guna  mencapai  tujuan  (target  terukur).

Sasaran adalah hasil yang akan dicapai secara nyata  dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur, dalam kurun waktu satu tahun.  Perumusan strategi agar  dapat  memberikan  hasil  yang  optimal  bagi  perusahaan,  maka perumusan  strategi  harus  sesuai  dengan  spesifikasi  produk,  pasar,  dan pemasaraannya,  sumber  daya  organisasi,  dan  teknologi.  Ini  bagian  tahap tiga dari proses manajemen strategis.

Rumusan sasaran yang baik harus memenuhi kriteria sebagai berikut :

  • Sasaran harus sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku  sejalan  dengan  kebijaksanaan  pemerintah  pusat,  propinsi, maupun kabupaten/kota.
  • Sasaran  ditetapkan  mengacu  pada  dan  merupakan  milestone pencapaian visi, misi, tujuan, strategi, serta kebijakan dan tujuan yang dituangkan dalam Renstra.
  • Sasaran harus dapat dijabarkan ke dalam sejumlah indikator kinerja.
  • Sasaran  harus  mengacu  pada  masalah-masalah  yang  teridentifikasi dalam  telaah  diri  dan  merupakan  upaya  yang  dikembangkan  untuk menjawab isu-isu stratejik.
  • Sasaran  harus  merupakan  tindak  lanjut  dari  pengalaman  atau permasalahan yang teridentifikasi pada tahun sebelumnya.
  • Spesifik,  sasaran  menggambarkan  hasil  spesifik  yang  diinginkan,  dan bukan cara pencapaiannya.
  • Dapat  dinilai  dan  terukur,  sasaran  harus  terukur  dan  dapat  digunakan untuk memastikan apa dan kapan pencapaiannya.
  • Menantang namun dapat dicapai, tetapi tidak boleh mengandung target yang tidak layak.
  • Berorientasi  pada  hasil,  sasaran  harus  mensepesifikasikan  hasil  yang ingin dicapai.

 

c.  Pencapaian strategi.

Indikator  kinerja  adalah  ukuran  kuantitatif  atau  kualitatif  yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan. Indikator kinerja harus merupakan sesuatu yang akan dihitung dan  diukur  serta  digunakan  sebagai  dasar  untuk  menilai  atau  melihat tingkat kinerja baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan,  tahap setelahkegiatan selesai dan berfungsi, serta untuk meyakinkan bahwa kinerja hari demi hari organisasi/unit kerja yang bersangkutan menunjukkan kemajuan dalam rangka dan atau menuju tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Tanpa  indikator  kinerja  sulit  bagi  kita  untuk  menilai  kinerja  (keberhasilan atau ketidakberhasilan) unit kerja yang ada di bawahnya.

Secara umum indikator kinerja memiliki fungsi :

  • Memperjelas  tentang  apa,  berapa  dan  kapan  suatu  kegiatan dilaksanakan.
  • Menciptakan  konsensus  yang  dibangun  oleh  berbagai  pihak  terkait untuk  menghindari  kesalahan  interpretasi  selama  pelaksanaan program/kegiatan.
  • Membangun dasar bagi pengukuran, analisis, dan evaluasi kinerja  atau unit kerja yang ada di dalamnya.

 

Implementasi  strategi  adalah  sebuah  tindakan  pengelolaan  bermacammacam  sumber  daya organisasi  dan  manajemen  yang  mengarahkan  dan mengendalikan  pemanfaatan  sumber-sumber  daya  perusahaan  melalui strategi  yang  dipiih,  ini  bagian  dari  tahap  empat  dari  proses  manajemen strategis.

Berikut ini implementasi strategi dalam merinci rencana operasional :

  • Implementasi perencanaan operasional mengharuskan organisasi untuk menetapkan tujuan,
  • Implementasi  perencanaan  operasional  mengharuskan  organisasi membuat kebijakan,
  • Implementasi  perencanaan  operasional  mengharuskan  organisasi membuat memotivasi karyawan,
  • Implementasi  perencanaan  operasional  mengharuskan  organisasi membuat  mengalokasikan  sumber  daya  sehingga  perencanaan operasional dapat berjalan dengan baik.

 

Tahap  kelima  dari  proses  manajemen  strategi  adalah  evaluasi  dan pengendalian  adalah  proses  menbandingkan  antara  hasil-hasil  yang diperoleh  dengan  tingkat  pencapaian  tujuan.  Secara  umum  evaluasi mencakup empat hal utama, yaitu :

  • Menetapkan  sasaran  prestasi  kerja,  standar,  batas  toleransi  untuk tujuan, strategi, dan rencana pelaksanaan
  • Mengukur posisi yang sesungguhnya sehubungan dengan sasaran pada suatu  waktu  tertentu.  Jika  hasilnya  terletak  di  luar  batas  tersbut  maka perlu diambil tindakan perbaikan.
  • Menganalisa penyimpangan dari batas toleransi yang dapat diterima.
  • Melaksanakan modifikasi jka dirasa perlu atau layak.

Proses manajemen strategis adalah metode di mana manajer memahami dan menerapkan strategi yang dapat mengarah pada keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.

Proses perencanaan strategis adalah cara yang sistematis atau yang timbul untuk melakukan perencanaan strategis dalam organisasi melalui penilaian awal, analisis menyeluruh, perumusan strategi, implementasi dan evaluasi.

Apa itu proses perencanaan strategis?

Proses manajemen strategis mencantumkan langkah apa yang harus diambil oleh para manajer untuk membuat strategi yang lengkap dan bagaimana menerapkan strategi tersebut dengan sukses di perusahaan. Ini mungkin terdiri dari 7 hingga hampir 30 langkah dan cenderung lebih formal dalam organisasi yang mapan. Cara-cara strategi diciptakan dan direalisasikan berbeda. Jadi, ada banyak model proses yang berbeda. Model bervariasi antara perusahaan tergantung pada:

  • Budaya organisasi.
  • Gaya kepemimpinan.
  • Pengalaman yang dimiliki perusahaan dalam menciptakan strategi yang sukses.

Komponen proses perencanaan strategis

Ada banyak komponen dari proses yang tersebar di seluruh tahap perencanaan strategis. Paling sering, proses perencanaan strategis memiliki 4 fase umum: analisis strategis, perumusan strategi, implementasi dan pemantauan (David, Johnson, Scholes & Whittington, Rothaermel, Thompson dan Martin). Untuk pemahaman yang lebih jelas, artikel ini mewakili 5 tahapan proses perencanaan strategis:

  1. Penilaian Awal
  2. Analisis Situasi
  3. Formulasi Strategi
  4. Implementasi strategi
  5. Pemantauan Strategi

Penilaian Awal

Komponen: Pernyataan visi & Pernyataan misi

Alat yang digunakan: Membuat pernyataan Visi dan Misi.

Titik awal dari proses adalah penilaian awal dari perusahaan. Pada tahap ini, manajer harus secara jelas mengidentifikasi visi dan misi perusahaan.

Visi bisnis menjawab pertanyaan: Apa yang diinginkan organisasi? Tanpa memvisualisasikan masa depan perusahaan, manajer tidak akan tahu ke mana mereka ingin pergi dan apa yang harus mereka capai. Visi adalah tujuan akhir bagi perusahaan dan arah bagi karyawannya. Selain itu, misi menggambarkan bisnis perusahaan.

Visi menginformasikan pemangku kepentingan organisasi tentang produk, pelanggan, pasar, nilai, kepedulian terhadap citra publik dan karyawan organisasi (David, p. 93) Pernyataan misi menyeluruh bertindak sebagai panduan bagi manajer dalam membuat keputusan harian yang tepat (Rothaermel, p. 34).

Analisis Situasi

Komponen: Analisis lingkungan internal, analisis lingkungan eksternal dan analisis pesaing

Alat yang digunakan: PEST, SWOT, Kompetensi Inti, Faktor Sukses Kritis, Proposisi Penjualan Unik, 5 Kekuatan Porter, Matriks Profil Pesaing,

Matriks Evaluasi Faktor Eksternal, Matriks Evaluasi Faktor Internal, Benchmarking, Rasio Keuangan, Peramalan Skenario, Segmentasi Pasar, Analisis Rantai Nilai , Kerangka VRIO

Ketika perusahaan mengidentifikasi visi dan misinya, perusahaan harus menilai situasinya saat ini di pasar. Hal ini termasuk mengevaluasi lingkungan eksternal dan internal organisasi dan menganalisis pesaingnya.

Selama manajer analisis lingkungan eksternal melihat ke dalam kekuatan eksternal kunci: lingkungan makro & mikro dan persaingan. Kerangka kerja PEST atau PESTEL mewakili semua faktor lingkungan makro yang mempengaruhi organisasi di lingkungan global. Lingkungan mikro mempengaruhi perusahaan dalam industrinya. Ini dianalisis menggunakan Porter’s 5 Forces Framework.

Persaingan adalah kekuatan eksternal yang tidak terkendali yang mempengaruhi perusahaan. Contohnya adalah ketika Apple merilis IPod-nya dan mengguncang industri mp3 player, termasuk Sony Ericsson. Perusahaan menilai pesaing mereka menggunakan matriks profil pesaing dan tolok ukur untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, dan tingkat kinerjanya.

Analisis internal mencakup penilaian sumber daya perusahaan, kompetensi inti, dan aktivitas. Sebuah organisasi memegang kedua sumber daya yang nyata: modal, tanah, peralatan, dan sumber daya tak berwujud: budaya, ekuitas merek, pengetahuan, paten, hak cipta dan merek dagang (Rothaermel, hal. 90). Kompetensi inti perusahaan mungkin adalah keterampilan yang unggul dalam hubungan pelanggan atau manajemen rantai pasokan yang efisien. Ketika menganalisa kegiatan perusahaan, manajer melihat ke dalam rantai nilai dan seluruh proses produksi.

Hasilnya, analisis situasi mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bagi organisasi dan mengungkapkan gambaran yang jelas tentang situasi perusahaan di pasar.

Formulasi Strategi

Komponen: Tujuan, tingkat Bisnis, tingkat Perusahaan dan Pemilihan Strategi Global

Alat yang digunakan: Perencanaan Skenario, Matriks SPACE, Matriks Grup Boston Consulting, Matriks GE-McKinsey, Strategi Generik Porter, Jam Strategi Bowman, Diamond Porter, Teori Permainan, Matriks QSP.

Analisis situasi yang berhasil diikuti oleh penciptaan tujuan jangka panjang. Tujuan jangka panjang menunjukkan sasaran yang dapat meningkatkan posisi kompetitif perusahaan dalam jangka panjang. Tujuan jangka panjang bertindak sebagai arah untuk pemilihan strategi tertentu. Dalam sebuah organisasi, strategi dipilih pada 3 level yang berbeda:

  1. Strategi tingkat bisnis. Jenis strategi ini digunakan ketika strategi unit bisnis  (SBU), divisi atau usaha kecil dan menengah memilih strategi hanya untuk satu produk yang dijual dan hanya dalam satu pasar. Contoh strategi tingkat bisnis diilustrasikan dengan baik oleh Tropicana slim yang menjual gula rendah kalori. Perusahaan dapat memilih antara 3 strategi generik Porter: kepemimpinan biaya, diferensiasi, dan strategi fokus. Alternatifnya, strategi dari jam strategi Bowman dapat dipilih (Johnson, Scholes, & Whittington, p. 224 ).
  2. Strategi tingkat perusahaan. Pada tingkat ini, para eksekutif di perusahaan induk teratas memilih produk mana yang akan dijual, pasar mana yang akan dimasuki dan apakah akan mendapatkan pesaing atau bergabung dengannya. Mereka memilih antara integrasi, intensif, diversifikasi, dan strategi defensif.
  3. Strategi Global / Internasional. Pertanyaan utama yang harus dijawab: Pasar baru mana yang perlu dikembangkan dan cara memasukkannya? Seberapa jauh diversifikasi yang akan dilakukan? (Thompson dan Martin, hal. 557 , Johnson, Scholes, & Whittington, p. 294)

Manajer dapat memilih di antara banyak alternatif strategis. Itu tergantung pada tujuan perusahaan, hasil analisis situasi, dan tingkat strategi yang dipilih.

Implementasi strategi

Komponen: Tujuan Tahunan, Kebijakan, Alokasi Sumber Daya, Manajemen Perubahan, Bagan Organisasi, Menghubungkan Kinerja dan Hadiah

Alat yang digunakan: Kebijakan, Motivasi, Manajemen Perlawanan, Kepemimpinan, Analisis Dampak Pemangku Kepentingan, Mengubah struktur organisasi, Manajemen kinerja

Bahkan rencana strategis terbaik harus dilaksanakan dan hanya strategi yang dijalankan dengan baik yang menciptakan keunggulan kompetitif bagi perusahaan.

Pada tahap ini keterampilan manajerial lebih penting daripada menggunakan analisis. Komunikasi dalam implementasi strategi sangat penting karena strategi baru harus mendapatkan dukungan seluruh organisasi untuk implementasi yang efektif. Contoh implementasi strategi yang digunakan di sini diambil dari buku David, bab 7 tentang implementasi . Ini terdiri dari 6 langkah berikut:

  1. Menetapkan tujuan tahunan;
  2. Merevisi kebijakan untuk memenuhi tujuan;
  3. Mengalokasikan sumber daya ke area-area strategis penting;
  4. Mengubah struktur organisasi untuk memenuhi strategi baru;
  5. Mengelola resistensi terhadap perubahan;
  6. Memperkenalkan sistem penghargaan baru untuk hasil kinerja jika diperlukan.

Poin pertama dalam implementasi strategi adalah menetapkan tujuan tahunan untuk area fungsional perusahaan. Tujuan yang lebih kecil ini secara khusus dirancang untuk mencapai keuangan, pemasaran, operasi, sumber daya manusia, dan tujuan fungsional lainnya. Untuk memenuhi tujuan-tujuan ini, para manajer merevisi kebijakan yang ada dan memperkenalkan yang baru yang bertindak sebagai petunjuk untuk implementasi tujuan yang berhasil.

Bagian lain yang sangat penting dari implementasi strategi adalah mengubah bagan organisasi. Sebagai contoh, strategi diversifikasi produk mungkin memerlukan SBU baru untuk dimasukkan ke dalam bagan organisasi yang ada. Atau strategi pengembangan pasar mungkin memerlukan pembagian tambahan yang akan ditambahkan ke perusahaan. Setiap strategi baru mengubah struktur organisasi dan membutuhkan realokasi sumber daya. Ini juga mendistribusikan kembali tanggung jawab dan kekuatan antara manajer. Manajer dapat dipindahkan dari satu area fungsional ke area lain atau diminta untuk mengelola tim baru. Hal ini menciptakan penolakan terhadap perubahan, yang harus dikelola dengan cara yang tepat atau dapat merusak implementasi strategi yang baik.

Pemantauan Strategi

Komponen: Tinjauan Faktor Internal dan Eksternal, Mengukur Kinerja Perusahaan

Alat yang digunakan: Kerangka Evaluasi Strategi, Balanced Scorecard, Benchmarking

Implementasi harus dipantau agar sukses. Karena kondisi eksternal dan internal yang terus berubah manajer harus terus-menerus meninjau kedua lingkungan tersebut karena kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman baru mungkin muncul. Jika keadaan baru mempengaruhi perusahaan, manajer harus mengambil tindakan korektif sesegera mungkin.

Biasanya, taktik daripada strategi diubah untuk memenuhi kondisi baru.

Mengukur kinerja adalah kegiatan penting lainnya dalam pemantauan strategi. Kinerja harus dapat diukur dan diperbandingkan. Manajer harus membandingkan hasil aktual mereka dengan hasil yang diperkirakan dan melihat apakah mereka berhasil dalam mencapai tujuan mereka. Jika tujuan tidak dipenuhi, manajer harus:

  • Ubah sistem hadiah.
  • Perkenalkan baru atau perbaiki kebijakan yang ada.

Elemen kunci dalam pemantauan strategi adalah mendapatkan informasi yang relevan dan tepat waktu tentang perubahan lingkungan dan kinerja perusahaan dan jika perlu melakukan tindakan korektif.

Model yang berbeda dari proses

Tidak ada model universal dari proses manajemen strategis. Yang satu, yang dijelaskan dalam artikel ini, hanyalah satu versi lagi dari begitu banyak model yang ditetapkan oleh penulis lain.

Gambar Proses Strategi Manajemen oleh David F.R

Keterbatasan

Sangat jarang bahwa perusahaan akan dapat mengikuti proses dari langkah pertama hingga terakhir. Menghasilkan rencana strategis berkualitas membutuhkan waktu, di mana banyak kondisi eksternal dan bahkan internal dapat berubah. Hal ini mengakibatkan rencana strategis yang tidak sesuai dan harus direvisi, sehingga membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyelesaikannya.

Di sisi lain, ketika mengimplementasikan rencana strategis, hasil aktual tidak memenuhi persyaratan rencana strategis sehingga rencana harus diubah atau metode yang lebih baik untuk pelaksanaannya harus ditemukan. Ini berarti bahwa beberapa bagian dari proses manajemen strategis harus dilakukan secara bersamaan, yang membuat keseluruhan proses menjadi lebih kompleks.

2790cookie-checkMateri Pra Kerja: Perencanaan Strategis Perusahaan (Silabus Nomer: 1 Tahun:2021)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *